Archive for the ‘Keluarga’ Category
Sepulang dari rumah teman ini, saya merenung bagaimana seseorang berliku-liku mendapat rezekinya. Yakni pekerjaan. Dan juga jodoh. (Dia dapat jodoh dari teman dosen saat mengajar di PTS dulu).
Bapak sedih. Hari ini harus pulang dengan tangan hampa. Tak ada uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saat sedih dan bingung harus ngomong bagaimana ke Ibu, tiba-tiba ada seseorang datang.
Tanpa diminta Ibu akan memperhatikan segala hal yang terkait anaknya, termasuk mendoakan kebaikan bagi anaknya. Memuliakan mereka berdua akan mendekatkan rezeki pada kita. Juga kebahagiaan.
Sampai lama pencarian rumah ini tak berbuah hasil. Saya mulai putus asa. Sudah puluhan rumah yang sudah didatangi, namun tak ada yang sreg di hati kita. Apa terlalu tinggi persyaratan yang kita minta?
Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun.
Saat ke pemakaman banyak orang mengiringi. Ketika di pemakaman saya melihat sekeliling, saya terkejut. Pemakaman itu penuh dengan orang. Bahkan sampai memenuhi jalan dan rumah sekitar makam.
Ada satu hal kalau saya renungkan sekarang, mengapa paman selalu seperti dalam keadaan bercukup. Bahkan saat persis di sebelahnya dibuka toko bahan bangunan yang lebih besar, toko paman tetap eksis.
Pertemuan dengannya di usia dewasa seakan menjawab rahasia kenapa ada seseorang selalu ingin dalam bersuci. Karena seusia, tentu saja saya merasa mudah mengajaknya berdiskusi dan berdebat dengannya.
Ayah sempat menyesal harus berpisah dengan rumah itu, karena terpaksa harus dijual. Dan selalu kalau ada penderitaan datang di rumah baru kita, Ayah selalu membandingkan dengan rumah kita yang lama.
Karena keterbatasan waktu, dia tak dibesarkan dengan baik. Tak cukup diajarkan agama. Juga tak cukup kasih sayang. Kedua orang tua angkatnya cukup temperamental. Kelak ini akan mempengaruhi nasibnya.
Saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan wanita itu. Anak kandungnya yang telah dilahirkan, dibesarkan sampai tega melakukan hal ini. Apakah anaknya menginginkan ibunya meninggal saja? Dan langsung hilang bagaikan sampah di tumpukan sampah yang menggunung itu?



Recent Comments