Posts Tagged ‘warung’
Saya bersyukur warung-warung yang dituju tutup. Kalau tidak, saya tidak menemukan warung itu. Saya tahu, hal itu bukanlah kebetulan. Pasti ada yang mengatur. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan tepat.
Mereka mempertahan semua hal pada aslinya. Namun lambat laun pengunjungnya berkurang. Padahal menunya tetap, rasanya sama bahkan restorannya tetap. Semua itu tak menahan laju penurunan pengunjung.
Entahlah apakah dia termasuk orang yang gampang puas? Atau termasuk orang yang terlalu bersyukur dengan rejeki yang ada? Atau termasuk orang yang tak mau mengambil tantangan untuk mendapat lebih besar kesempatan?
“Lihat burung-burung yang keluar dari sarangnya. Mereka selalu pulang dengan perut yang kenyang. Binatang saja dicukupi rejekinya olehNya, apalagi kita manusia?” jawabnya dengan gamblang.
Dua kejadian ini membuat saya berpikir. Saya yakin pemilik kedua warung tadi tetap tak mengubah polanya. Bahkan warung nasi pecel tetap membawa gerobak terbukanya itu. Lauk dan rasanya masih tetap. Tapi kenapa rejekinya berubah?



Recent Comments