termometerBerikut tanya jawab seputar GBS yang berdasar pengetahuan dan pengalaman saya waktu sakit. Bisa saja beda bahkan salah, karena kondisi pasien GBS satu dengan lainnya berbeda.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Tanya(T): Apa kepanjangan dari GBS ?
Jawab(J): Selama saya sakit, saya tidak tahu kepanjangannya. Rasanya susah mengingatnya. Yang saya ingat hanya S-nya: Sindrom. Secara guyon, saya plesetkan GBS dengan KBS sebagai ‘Gebun Binatang Surabaya’. Biasanya para pembezuk akan tertawa. Biar. Sakit nggak usah dipikirkan serius. Toh sudah lumpuh, apa perlunya mereka mengetahui kepanjangannya, he.. he.. (Ssst,… GBS itu kepanjangan dari Guillain Barre Syndrome).

T: Lalu apa GBS itu ?
J: Penjelasan pak dokter, GBS itu penyakit auto immune. Kelainan dari antibodi yang menyerang sel saraf tubuh sendiri. Normalnya hal ini tidak akan terjadi. Masak jeruk makan jeruk sih, :-). Sebenarnya secara spesifik yang dimakan adalah sarung (bungkus) dari saraf tepi. Meski cuma sarung, akibatnya tetap fatal: lumpuh! Karena gerakan dipengaruhi oleh 2 hal: saraf dan otot. Meski otot sehat, kalau saraf sakit ya tetap lumpuh.

T: Kok bisa jeruk makan jeruk begitu ?
J: Ya, bisa saja kalau sudah ditakdirkan, he.. he.. Kata dokter ini gara-gara flu saya. Ketika saya flu, antibodi diperintah untuk membunuh virus flu. Virus flu dengan sel saraf hampir sama (identik). Entah lagi mabok atau stress, sel saraf dimakan juga oleh antibodi. Ya, seperti perintah pak RT ke satpam: yang tinggi besar, gempal dan gondrong gebuk saja, karena biasanya yang seperti ini identik dengan preman. Padahal ada yang seperti itu tapi bukan preman. Dan normalnya antibodi (dan satpam) bisa mendeteksi itu sebagai kawan atau penjahat.

T: Aduh, berarti flu berbahaya ya ? Padahal sering aku remehkan.
J: Penyakit apa saja seharusnya tidak diremehkan. Termasuk penyakit panu. Kan malu nanti kalau diajak renang oleh kekasih terlihat panunya? Sekali lagi normalnya antibodi bisa mendeteksi mana virus mana tidak. Tapi entah kenapa, kok antibodi tidak bisa mendeteksi. Karena itu kelainan ini hanya berbanding 1 banding 100.000 kejadian.

T: Kok bisa sampai begitu ?
J: Ya, itulah permasalahannya. Sampai sekarang dunia kedokteran masih mencari jawaban tentang hal ini. Jadi sampai sekarang penyebab (etimologi) GBS belum diketahui pasti. Kenapa tiba-tiba antibodi bisa mabok gitu,..

T: Kalau begitu, saya tidak boleh flu. Kalau perlu saya akan vaksin flu.
J: Prinsip itu bagus. Bahkan jangan hanya flu saja, tapi sakit lainnya. Tapi nggak ada artinya meski sudah divaksin flu. Karena jenis flu itu beragam, dan vaksin flu hanya untuk flu tertentu. Lagian kalau memang kena GBS ya akan kena.

T: Lho ? Jangan menakuti begitu.
J: Karena flu hanya triggernya. Ingat, penyebab pastinya sakit ini belum diketahui sampai kini. Karena itu saya anggap penyakit ini sebagai penyakit lotre. Kalau sudah dapat lotre sakit GBS, gimana lagi ?

T: Lalu selain flu, apa saja triggernya.
J: Dari pak dokter saya hanya jawaban itu. Tapi dari para petugas lain dan bahkan dari internet banyak. Bisa dari kekurangan gizi, terlalu ketat diet, diare, barusan operasi, barusan imunisasi dan lainnya.

T: Apa GBS itu seperti flu tulang ?
J: Saya bukan dokter, jadi tidak tahu apa itu flu tulang, flu hongkong, flu duduk dan lainnya. Dari yang saya baca di internet, istilah lain dari penyakit ini adalah lumpuh layu. Penyakit ini beda dengan Chikunguya. Penyakit ini didahului panas selama 5 hari. Selama sakit persendian akan sangat sakit kalau digerakkan. Sehingga penderita tidak mau menggerakkan tubuhnya. Jadi orang luar menyangkanya lumpuh. Padahal tidak. GBS ini beda dengan stroke, karena saraf perasanya masih berfungsi.

T: Lalu bagaimana pencegahannya supaya saya tidak kena GBS ?
J: Berdoa! Karena kalau sudah dapat lotre GBS ini, siapapun tidak bisa mengelak. Tua muda, pria wanita, kaya miskin, desa kota, negara maju negara terbelakang dan lainnya. Bahkan siapapun yang kondisi tubuhnya sefit atau seprima apapun, kalau kena GBS tetap akan kena.

T: Waduh, kok begitu ya… Terus kalau begitu mending saya nggak ngapa-ngapain aja, wong kalau kena tetap kena.
J: Jangan nangis gitu, he..he.. Tetap positif dan optimis. Tentu saja yang bisa kita lakukan adalah menjaga kesehatan kita. Karena nggak hanya GBS saja yang bikin kita khawatir, sakit kepala saja sudah biking pusing, he.. he.. (emang lha pusingnya itu ada di kepala masa perut ?). Caranya dengan menjaga makanan yang masuk, berolah raga teratur, hidup teratur, menjaga keseimbangan antara bekerja dan istirahat, jasmani dan rohani dan beribadah.(bersambung)
~~~

*Mochamad Yusuf adalah seorang konsultan, pengajar dan pembicara publik. Tinggal di pinggiran Surabaya. Dapat ditemui di http://m.yusuf.web.id.