termometerBerikut lanjutan tanya jawab seputar GBS yang berdasar pengetahuan dan pengalaman saya waktu sakit. Bisa saja beda bahkan salah, karena kondisi pasien GBS satu dengan lainnya berbeda.
Oleh: Mochamad Yusuf*

T: Bagaimana rasanya kena lumpuh ?
J: Jangan ngejek ya.. Rasanya ya nggak ada. Ya biasa. Cuma saya seperti tidak merasakan mempunyai ‘kekuasaan’ ke anggota badan itu. Ketika saya merasakan ‘kekuasaan’ itu, saya coba gerakkan bisa.

T: Bagaimana hubungannya dengan tangan kesemutan itu ?
J: Ketika mulai berat menggerakkan, tangan saya mulai kesemutan. Dan selama lumpuh, tangan tetap kesemutan. Jadi saya kira ada hubungannya. Karena itu berdoa supaya cepat tidak kesemutan. Ternyata setelah tidak kesemutan ya tetap lumpuh meski bebarapa anggota tubuh sudah bisa digerakkan.

T: Lalu apa hubungannya dengan kesemutan itu ?
J: Kata pak dokter, itu berarti ada saraf yang tidak betul.

T: Ha ? Jadi kalau ada yang kesemutan berarti saraf ya ?
J: Waduh ya tidak tahu, saya bukan dokter. Tapi kalau kesemutan karena tidak ada aliran darah, seperti duduk bersila lama, saya kira ya wajar. Paling akan sembuh kalau sudah berdiri. Tapi kalau tiba-tiba kesemutan dan terus kesemutan, mungkin ada hubungannya dengan saraf. Dan ini berhubungan dengan rasa tebal.

T: Maksud rasa tebal ?
J: Ya, seperti kita lama memegang es batu. Ada rasa tebal di kulit. Yang parah bisa mati rasa. Kalau yang ini kemungkinan saraf, yakni saraf perasa.(bersambung)

~~~
*Mochamad Yusuf adalah seorang konsultan, pengajar dan pembicara publik. Tinggal di pinggiran Surabaya. Dapat ditemui di http://m.yusuf.web.id.


Share