<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Maafkan Aku, Ayah!</title>
	<atom:link href="http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/</link>
	<description>Energize Your Life!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 11:06:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: freez</title>
		<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/#comment-90</link>
		<dc:creator>freez</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 16:46:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.enerlife.web.id/v10/?p=212#comment-90</guid>
		<description>terkesan skali pak!!!

kalau aku baca artikel ini aku merasa menjadi anak yang paling &quot;durhaka pak&quot;

moga Tuhan mengampuni dosa-dosaku,

amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkesan skali pak!!!</p>
<p>kalau aku baca artikel ini aku merasa menjadi anak yang paling &#8220;durhaka pak&#8221;</p>
<p>moga Tuhan mengampuni dosa-dosaku,</p>
<p>amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: myusuf</title>
		<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/#comment-83</link>
		<dc:creator>myusuf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 07:24:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.enerlife.web.id/v10/?p=212#comment-83</guid>
		<description>@Ivy,
anda masih bisa bersyukur karena masih bisa mendengar suara beliau. Saya sudah tidak..
Jadi sering-seringlah sapa beliau ya.. Tak cukup hanya ber-SMS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ivy,<br />
anda masih bisa bersyukur karena masih bisa mendengar suara beliau. Saya sudah tidak..<br />
Jadi sering-seringlah sapa beliau ya.. Tak cukup hanya ber-SMS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fivy</title>
		<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/#comment-82</link>
		<dc:creator>Fivy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 05:19:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.enerlife.web.id/v10/?p=212#comment-82</guid>
		<description>Pagi tadi ayah meneleponku, dari kota kecil nun jauh sana, Salatiga Jawa Tengah. Menanyakan kabarku, suamiku, dan cucu-cucunya di Jakarta. Nada suaranya masih sama seperti dulu, penuh dengan kasih sayang. 

Yang berbeda justru perasaanku. Rinduku padanya seketika meluap-luap. Rasa rindu yang belum pernah kurasakan ketika bersama beliau dalam keseharian masa laluku. Membayangkan betapa beliau amat menyayangiku juga ke-enam saudaraku semenjak kecil. 

Ah Ayah, memang semua menjadi indah ketika masa bermain denganmu telah berlalu. Mendengarkan hafalan ayat-ayat sucimu, sambil kaki ini melangkah memijat punggungmu yang letih. Atau ketika beradu lari dari masjid menuju rumah selepas subuh. Atau banyak lagi kenangan indah bersamamu yang satu demi satu muncul justru ketika keberadaanmu jauh dari pandanganku.

Namun Ayah, hati ini selalu dekat dengan hatimu. Karena kuyakin doa restumu selalu mengiringi perjalanan kami...

Tks P Yusuf, postingan Anda memberi inspirasi tentang ayahku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tadi ayah meneleponku, dari kota kecil nun jauh sana, Salatiga Jawa Tengah. Menanyakan kabarku, suamiku, dan cucu-cucunya di Jakarta. Nada suaranya masih sama seperti dulu, penuh dengan kasih sayang. </p>
<p>Yang berbeda justru perasaanku. Rinduku padanya seketika meluap-luap. Rasa rindu yang belum pernah kurasakan ketika bersama beliau dalam keseharian masa laluku. Membayangkan betapa beliau amat menyayangiku juga ke-enam saudaraku semenjak kecil. </p>
<p>Ah Ayah, memang semua menjadi indah ketika masa bermain denganmu telah berlalu. Mendengarkan hafalan ayat-ayat sucimu, sambil kaki ini melangkah memijat punggungmu yang letih. Atau ketika beradu lari dari masjid menuju rumah selepas subuh. Atau banyak lagi kenangan indah bersamamu yang satu demi satu muncul justru ketika keberadaanmu jauh dari pandanganku.</p>
<p>Namun Ayah, hati ini selalu dekat dengan hatimu. Karena kuyakin doa restumu selalu mengiringi perjalanan kami&#8230;</p>
<p>Tks P Yusuf, postingan Anda memberi inspirasi tentang ayahku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: myusuf</title>
		<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/#comment-76</link>
		<dc:creator>myusuf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 14:20:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.enerlife.web.id/v10/?p=212#comment-76</guid>
		<description>Semoga ayah anda mendapat tempat di sisi-Nya. Dia pasti bangga akan sampeyan, anaknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga ayah anda mendapat tempat di sisi-Nya. Dia pasti bangga akan sampeyan, anaknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://www.enerlife.web.id/v10/2008/maafkan-aku-ayah/#comment-66</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 10:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.enerlife.web.id/v10/?p=212#comment-66</guid>
		<description>Jd ingat alm.Bapak....sampai sekarang sy msh merasa menyesal karena merasa belum pernah membuat beliau bahagia dan bangga terhadap sy.Apalagi kalo dengar lagu bertema Ayah seperti lagunya Rinto Harahap dan ADA band,pasti deh mata sy langsung berair....apalagi sy anak pertama,yg memang menurut ibu,waktu sy bayi bahkan sampai dewasa pun selalu bersama Bapak...dan diurus oleh Bapak,mulai susu,popok,sekolah sampai kuliah...juga wisata kuliner pun cm sy yg diajak...makanya klo Lebaran dan hari raya lainnya selalu kami sempatkan untuk ziarah...jg selalu mendoakan beliau.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jd ingat alm.Bapak&#8230;.sampai sekarang sy msh merasa menyesal karena merasa belum pernah membuat beliau bahagia dan bangga terhadap sy.Apalagi kalo dengar lagu bertema Ayah seperti lagunya Rinto Harahap dan ADA band,pasti deh mata sy langsung berair&#8230;.apalagi sy anak pertama,yg memang menurut ibu,waktu sy bayi bahkan sampai dewasa pun selalu bersama Bapak&#8230;dan diurus oleh Bapak,mulai susu,popok,sekolah sampai kuliah&#8230;juga wisata kuliner pun cm sy yg diajak&#8230;makanya klo Lebaran dan hari raya lainnya selalu kami sempatkan untuk ziarah&#8230;jg selalu mendoakan beliau.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

