Banyak pria ketika berhadapan dengan wanita menjadi nervous. Bingung. Salah tingkah, tak tahu harus bagaimana. Baru menyesal setelah wanitanya pergi. Berikut 22 rahasia memecahkan kebuntuan itu.

1001 Jalan Mencari Cinta
KISAH AGUS
Belajar Cinta dari Film Drama(2)

Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman IT yang selalu mencari solusi di internet

Oleh: Mochamad Yusuf

Dia gosok-gosokkan tangannya. Dia mengetik keyword di Google, “rahasia mendekati wanita”. Muncul beberapa entry result. Dibacanya beberapa result dari atas sambil mengklik dengan tetap menekan tombol shift. Muncul beberapa tab yang membuka website hasil pencarian.

“Sial, artikel sampah! Bikin artikel hanya untuk cari uang adsense saja. Nggak bermutu,” kesalnya mulai muncul lagi. Namun dia kemudian terpaku pada website dengan latar belakang biru tua dan muda. Dia memandang address-nya, www.enerlife.web.id.

Leadnya begitu menggoda. “Banyak pria ketika berhadapan dengan wanita menjadi nervous. Bingung. Salah tingkah, tak tahu harus bagaimana. Baru menyesal setelah wanitanya pergi. Berikut 22 rahasia memecahkan kebuntuan itu.” “Ya, itu guee banget,” katanya bersorak.

“Rahasia ini tak hanya khusus untuk pria yang mendambakan kekasih idaman,” kalimat selanjutnya. Dia sudah tak sabar membacanya. Dia baca cepat kalimat sesudahnya sampai berhenti di alinea baru.

“Setiap pria di seluruh dunia ini pasti mendambakan cewek idaman. Dari direktur sampai ‘batur’ (pembantu). Dari CEO sanpai OB (Office Boy). Dari profesi dokter sampai weker (penjaga/satpam). Dari yang tinggal di gedung pencakar langit di kota sampai di gubuk di desa. Semuanya pasti mendambakannya.”

Dia sekarang kunyah artikel itu dengan nikmat. Perlahan-lahan dibacanya. Kalau belum paham, dia baca ulang. Sekali-kali berhenti menghubungkan dengan pengalaman yang dirasakan. Tak terasa artikel yang panjang itu habis dikunyahnya. Terasa nikmat, seperti menemukan oase di padang tandus yang menahun tak hujan.

Sekarang dia paham apa yang harus dilakukan. Yakni menyapa. Ramah. Membuka percakapan dengan sapaan. Teknik sapaan sudah dijelaskan oleh artikel itu. Bahkan ada presentasi powerpoint dengan gambar-gambar wanita yang hot.

Yang menjadi masalah, setelah kenal terus apa lagi yang harus dilakukan. Artikel itu tak menjelaskan.

Diambilnya bolpen. Seakan dia menemukan kuncinya. Dia baca lagi coretannya, “Selain saya tidak punya ide, saya juga tak tahu apa yang harus dilakukan.” Dia mencoret-coret lagi. “Saya kurang peka dengan perasaan wanita. Kurang tanggap, begitu istilah Edie,” tulis Agus. Edie adalah pesaing yang mengalahkannya mendapatkan resiopnis idamannya.

Dia pernah ditegur oleh Edie. “Dia berani kok. Dan ketika saya mengatakan saya pamit pulang, dia bilang hati-hati,” bela Agus. Dia membela diri ketika ditanya mengapa teman penyiar wanita ditinggal pulang waktu larut malam. “Dia menunggu jemputan. Katanya ayahnya sedang dalam perjalanan,” terangnya.

“Gus, seharusnya kamu temani ngobrol sambil menunggu jemputan. Mungkin bisa kamu buatkan kopi dan tawarkan padanya. Kau bilang saja, masak airnya kebanyakan sehingga sayang kalau dibuang. Kalau kamu tawarkan kopi, pasti dia menolak. Wanita ya seperti itu. Kamu harus melayani. Menjadikan dia sebagai manusia yang istimewa. Ingat lagunya Ada Band, ‘Karena wanita (ingin dimengerti)’.” Sebagai insan yang bekerja di media radio, lagu memang jadi menu wajib. Diam.

“Demikian juga kalau kamu tanya, perlu ditemani? Pasti dia menolak. Gengsi. Wanita akan merasa malu, kalau meminta tolong pada cowok. Apalagi belum dikenal. Kamu harus tanggap. Jarang ada wanita yang berani meminta tolong secara terbuka dan terang-terangan,” jelas Edie dengan sabar.

Dia pernah tahu bagaimana Edie memaksakan diri menyeberang jalan. Padahal mereka lagi santai, makan siang di sebuah warung pinggir jalan. Dia ngotot, karena melihat seorang wanita, ibu-ibu, yang kesulitan menyeberang. Dituntunnya dan dibantu menyeberang.

Awalnya dia pikir Edie kenal dengan wanita itu. Tidak. Dia tak kenal sama dekali. Namun dia merasa perlu tanggap, care, ketika melihat seorang wanita kesusahan. Dan benar, wanita itu meski kesulitan menyeberang jalan yang ramai, dia tak akan minta tolong pada yang lain.

Sekarang dia mafhum. Hatinya mengeras. Ingin rasanya hatinya melumer, menjadi kapas. Begitu terenyuh. Langsung bisa merasakan perasaan orang lain. Bahkan tanpa menanyakannya. Kalau bisa dia gampang terharu. Gampang meneteskan air mata, sekalipun melihat film.

“Eh, Edie meski cowok suka melihat film drama,” dia jadi ingat kebiasaan temannya itu. Dia gampang terharu. Bahkan air matanya sering meleleh. “Dasar cengeng,” ejeknya suatu ketika. “Nggak pa-pa kamu ejek aku. Tapi sekali-kali kamu perlu melihat film drama. Supaya kamu belajar jalan pikirannya cewek. Belajar memahami perasaan. Apa yang menjadi perhatiannya. Wanita beda dengan pria,” katanya.

Dia jadi teringat artikel lain di website itu, www.enerlife.web.id. Dia coba search keyword “rahasia memahami & menaklukan wanita” dan menemukan artikel itu. Dia ingat lead artikel itu. “Meski sama-sama makhluk manusia, pria dan wanita mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Salah memahami bisa merusak hubungan yang terjadi. Lalu bagaimana resepnya supaya sukses menjalin hubungan?”

Dan dia suka dengan aline ini. “Banyak hubungan pria-wanita yang jadi ruwet. Hal ini karena pria tidak mengerti kenapa wanita seperti itu jalan pikirannya. Tidak bisa seperti pria. Dan wanita berharap pria-pria itu bisa mengerti jalan pikiran wanita.”

“Hmm,.. untuk menaklukkan musuh, kamu harus mengetahui musuhmu. Begitu kata panglima Tsun Tzu. Jadi kalau ingin mengalahkan dan menaklukkan wanita, kita harus mengerti isi hatinya,” dia coret lagi di catatannya.

“Dan untuk mengetahui cara paling gampang adalah dengan melihat film-film drama. Kan nggak mungkin tanya kepada wanitanya sendiri. Nggak lucu, ah. Dan tentu saja pengalaman seorang wanita tak banyak. Dengan melihat film drama akan menyelami banyak pengalaman wanita,” dia semakin bersemangat sekarang.

Dia lalu ingat film ’50 First Dates’. Adam Sandler harus merancang strategi baru untuk menggaet ceweknya, Drew Barrymore. Setiap hari. Karena dia mengalami penyakit ingatan yang sehari. Melewati hari, ingatan sehari sebelumnya sudah lupa. Bahkan meski dia sudah berstatus istri.

“Strateginya itu lho yang segar. Unik dan kreatif. Selalu saja beda. Meski kadang berhasil, kadang tidak. Boleh juga idenya. Kapan-kapan diterapkan,” katanya sambil mengepalkan jari-jarinya.

Dia juga ingat bagaimana gaya Gerard Butler untuk menggaet cinta Hilary Swank dalam film ‘P.S. I Love You’. Padahal wanita itu baru dikenalnya di jalan. Agus sadar ternyata banyak ide dan pelajaran dari film-film drama.

“Sayangnya sampai detik ini, saya suka film action dan perang. Jadinya film ini yang lebih banyak saya tonton daripada film drama,” bisiknya. Sekarang dia sudah tahu solusinya.

Dia cari bolpen yang lain, meski di tangan kanannya masih memegang bolpen. Akhirnya dia menemukan bolpen dengan loreng merah. Dia tulis dengan huruf besar. Kali ini tak ditulis di kertas coretan sebelumnya. Tapi dia tulis di Post-It. Dan lalu digaris bawah merah dengan bolpen yang barusan dicari.

“HARUS LIHAT FILM DRAMA. 1 KALI SEHARI!” Post-It itu ditempel di bagian atas monitornya. Dia tersenyum puas. Dia toleh ke jam dinding. Pukul 5.15. “Terlambat 15 menit untuk pulang,” senyumnya.

Dia matikan komputernya. Mengangkat tas menuju parkiran dengan ceria. Sekarang dia siap menatap masa depannya. “Cewek kembalilah ke pelukanku,” teriaknya keras menyanyikan lagu Samsons, ‘Seandainya’. (TSA, 16/6/2009 menjelang tengah malam)

~~~
Kisah ini diangkat dari kejadian sebenarnya. Kisah ini bagian dari serial ’1001 Jalan Mencari Cinta’. 100% tested. Artikel menarik lainnya bisa dibaca di: www.enerlife.web.id

~~~
*Mochamad Yusuf adalah konsultan senior TI, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus developer website & software SAM Design. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di profil Facebooknya.


Share