Alam memiliki keseimbangan. Kita akan mengambilnya, suatu waktu akan diminta. Kita memberinya, suatu waktu dia akan mengembalikannya. Selalu ada dampak dari apa yang kita lakukan dengan alam.

Oleh: Mochamad Yusuf*

~~~
“Semakin banyak anda memberi,
semakin banyak anda menerima.

Semakin kurang anda mementingkan diri sendiri,
semakin besar peluang hidup anda berlimpah.

Semakin banyak anda tertawa,
semakin kurang anda marah.

Semakin banyak anda menderma,
semakin banyak hidup anda diperkaya dari hari ke hari.

Semakin banyak anda memiliki kasih,
semakin besar pula peluang menikmati kasih orang lain.

Semakin banyak anda memperhatikan orang lain,
semakin banyak pula anda diperhatikan orang lain

Semakin banyak anda memberi senyum orang lain,
semakin berkurang anda mendapat cemberut orang lain”

~~~
Budi, seorang manager toko komputer, uring-uringan. Satu motherboard hilang waktu pameran. Harganya 1 juta. Dia menengarai karyawannya yang menjaga stan waktu pemeran berlangsung. Tapi dia tak punya bukti. Dia bingung harus bertindak apa. Dibiarkan rugi, menuduh tak ada bukti.

Dalam kebingungan itu Amir, kawan pemilik toko komputer lain, datang. “Tak usah bersedih, percayalah alam memiliki keseimbangan,” katanya, “Apa yang kita lakukan di dunia ini pasti memiliki dampak,” katanya. Meski bingung dia terima saran sahabatnya itu.

Sehari kemudian ada seorang dari luar kota datang sambil membawa brosur yang dibagikan di pameran. Dia ingin beli komputer yang di brosur. Tanpa banyak menawar dia menyetujui harga yang ditawarkan Budi. Padahal keuntungan komputer itu 2 juta.

Dia tertegun karena brosur komputer itu ada di tumpukan brosurnya yang paling atas. Padahal itu produk yang paling mahal. Sekarang dia mulai mengerti apa itu hukum keseimbangan alam.

Seminggu kemudian Budi dicurhati pegawainya yang ditengarai mencuri motherboardnya. “Pak, kemarin saya sial,” katanya. Dia bermaksud menonton konser Slank. Ternyata oleh aparat keamanan tak diijinkan. Penonton yang terlanjur datang marah, merusak apa saja yang ada, termasuk kendaraan yang diparkir di sekitaran. “Sepeda motor saya kena. Anehnya kok hanya motor saya, motor yang lain selamat,” sungutnya. Sekarang Budi makin mengerti hukum keseimbangan alam.

~~~
Alam memiliki kontrol untuk mengatur keseimbangan. Newton sendiri sudah menemukan rahasianya yang dikenal sebagai hukum aksi-reaksi. Coba anda lihat bola tenis. Semakin kencang dilempar ke bawah, semakin kencang pula terpelanting ke atas.

Demikian juga manusia yang ada di alam ini. Kalau kita memberi ke alam, berderma untuk orang lain, suatu waktu alam akan membalasnya, ada rejeki yang datang dari arah yang tak disangka. Demikian juga sebaliknya. Kalau kita mengambil dari alam, korupsi, maka suatu waktu alam akan memintanya, diberi sakit yang biaya dan dampaknya justru lebih banyak yang dikorupsi.

Berdermalah! Meski itu hanya seulas senyuman. Dan bersiaplah untuk menerima kejutan dari derma anda ini. (TSA 29/5/2009 subuh)

~~~
Artikel-artikel menarik lainnya dapat dibaca di www.enerlife.web.id

~~~
*Mochamad Yusuf adalah konsultan senior TI, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus developer website & software SAM Design. Dia aktif menulis dan beberapa bukunya siap diluncurkan. Beliau tinggal di pinggiran Surabaya. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di profil Facebooknya.


Share