Energize Your Life!
14 Feb
Ingin sekali memisahkan artikel-artikel enerlife menjadi website tersendiri. Namun karena kesibukan (lebih tepatnya kemalasan), hal ini ketunda terus. Akhirnya jadi, meski saya bikin mudah. Kok bisa?
Enerlife sebenarnya adalah salah menu di persoal website saya. Menu ini berisi artikel-artikel yang memberi perenungan, motivasi dan cerita-cerita sukses. Harapannya kalau setelah membaca artikel-artikel ini, kita tetap berpikir dan bersikap positif.
Membikin website bisa dibilang mudah ya mudah. Dibilang susah ya susah. (Termasuk mau dibilang murah ya murah, dibilang mahal ya mahal). Tapi apapun yang penting niatnya. Kalau sudah ada kemauan, pasti akan terwujud juga.
Tapi saya lama kalah dengan kemalasan ini. Jadinya kemauan tidak ada. Bahkan hilang. Untunglah saya mau membikin seminar tentang pembuatan website perusahaan. Salah satu hal yang saya terangkan adalah worpress.
WordPress adalah ‘engine’ untuk blog yang bersifat open source dan free. Yang menarik, theme-nya cukup banyak. Theme adalah template design. Dan ada yang gratis (paling kita diminta untuk mencantumkan pembuatnya di ‘footer’). Selain itu banyak ‘widget’ (aplikasi fitur) yang mensupportnya. Ini bisa memperkaya website kita dengan fitur-fitur pendukung.
Sebenarnya saya ingin membuat website Enerlife ini dengan engine sendiri, seperti personal website, http://www.yusuf.web.id. Namun kalau membuat sendiri tentu harus punya banyak waktu. Masalahnya kemalasan ini menghabiskan waktu luang saya di rumah. Tapi memang sih tak salah kalau kemalasan itu menghalangi pembuatan website Enerlife. Karena memang waktunya sempit. Itupun masih harus dibagi dengan keluarga. Dan hal lain, sudah capek ketika tiba di rumah.
Akhirnya senyampang mempelajari WordPress ini, sekalian saya praktekkan. Karena saya juga punya prinsip ‘learning by doing’. Dengan mempraktekkan kita bisa belajar lebih dalam. Selain itu dengan menggunakan engine WordPress ini, tinggal install dan setting saja. Ya, memang kalau lebih bagus lagi harus di’customized’. Dan ini tetap perlu waktu. Tapi tak akan sebanyak kalau bikin dengan ‘engine’ sendiri.
Akhirnya dengan segala kemauan yang keras, akhirnya website Enerlife jadi juga. Saya kebut karena saya ingin meresmikan (launching) pas hari Valentine, supaya mudah diingat. Hehehe.
Leave a reply