Energize Your Life!
29 Oct
Satu kali pengkhianatan cinta sudah menyebabkan sakit hati yang sangat. Apalagi dua kali di waktu bersamaan! Sakitnya pasti tak terperikan. Untuk yang tak kuat mental, bisa fatal akibatnya.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Pepatah bilang “Malang tak bisa ditolak, untung tak bisa dikejar.” Kadang hidup di dunia terasa seperti memecahkan satu misteri ke misteri lain. Misteri karena kita memang tak tahu apa yang terjadi di masa depan. Tak perlu jauh puluhan tahun ke depan, besok saja kita juga tak tahu.
Seperti saya alami beberapa waktu lalu. Bangun tidur di pagi hari terus mandi. Eh ternyata saluran pembuangan kamar mandi buntu. Lantainya menjadi banjir. Anehnya malamnya masih lancar. Dan ketika saya jalankan mobil, indikator mesin menunjukkan rusak. Aneh, sebelumnya tidak apa-apa.
Ternyata ketika mengetahui masalah saluran air pembuangan dan kerusakan mobil itu, ada 2 masalah lain yang muncul. Jadi ada 4 masalah muncul bersamaan. Remeh tapi menjengkelkan. Bikin sakit hati juga.
Namun saya sadar selama hidup di dunia permasalahan selalu ada. Yang dilakukan bukan bagaimana menghilangkan masalah atau menihilkan masalah. Tak mungkin! Yang harus kita lakukan adalah bagaimana menghadapi masalah sebaik mungkin. Ya sebaik mungkin. Karena kita juga tak tahu apakah solusi yang kita pakai juga tepat.
Setiap saat kita harus bersiap adanya masalah. Bukan kita berharap adanya masalah. Bukan. Tapi tidak menjadi kaget atau shock bila ada masalah. Apalagi sesuatu yang tidak sangka sebagai masalah. Seperti yang dialami oleh Ina.
~~~
Ina tak menyangka kekasihnya mengkhianatinya. Justru beberapa saat sebelum acara pengikatan cinta mereka. Yang lebih sakit lagi kekasihnya mengalihkan cinta pada Ita, sahabat karibnya. Seseorang yang menjadi yang telah dipercaya sepenuhnya.
Ina dan Ita bersahabat sejak kecil. Tak tahu kapan persisnya. Mungkin sejak keluarga mereka boyongan ke perumahan baru di daerah Rungkut. Mereka bertetangga dalam satu perumahan meski beda gang.
Mereka sudah akrab meski sekolah SD-nya beda. Namun sejak SMP mereka satu sekolah dan berlanjut ke SMA. Waktu kuliah juga satu universitas meski beda fakultas.
Tentu saja persahabatan yang terbentuk ini menjadi sangat kental. Mereka melakukan banyak hal bersama; bermain, menonton, belanja, bahkan berbagi rahasia tentang pacar mereka. Persahabatan mereka tak putus bahkan setelah mereka bekerja.
Kini Ina bekerja di sebuah perusahaan media massa. Sedangkan Ita bekerja di sebuah perusahaan manufaktur. Di tempat kerjanya ini, Ina mendapatkan kekasih. Sebut saja Arman. Dia teman kantornya.
Jalinan kasih yang dirajut mereka sangat serius. Sehingga mereka memutuskan mengikatnya secara resmi. Persiapan demi persiapan telah dilakukan. Mencari merchandise yang unik, mendesain undangan yang cantik, melihat lokasi tempat prosesi pernikahan dan lainnya.
Selama itu Ita teman akrab Ina sering ikut menemani mereka. Bahkan Ina menyuruh mereka berdua pergi menyiapkan sesuatu bila Ina berhalangan karena pekerjaan. Karena tak heran Ita juga akrab dengan Arman.
Namun ketika persiapan sudah semakin matang, masalah itu muncul. Seperti saya jelaskan di atas, kita tak berharap adanya masalah. Tapi masalah kadang muncul.
Arman ternyata berkhianat. Dia ternyata diam-diam mengalihkan cintanya ke Ita. Tentu saja berjalannya sangat lancar. Karena Ina tak curiga sedikit pun kalau mereka berdua berjalan bareng.
Satu kali pengkhianatan cinta sudah menyebabkan sakit hati yang sangat. Apalagi dua kali di waktu bersamaan! Sakitnya pasti tak terperikan. Untuk yang tak kuat mental, bisa fatal akibatnya.
Ina shock berat. Dia tak percaya kejadian ini. Bagaimana mungkin sahabat yang dipercaya melakukan seperti ini. Dia menangis berhari-hari. Berbulan-bulan dia menyesali takdirnya. Menyesali pindah ke perumahan itu sehingga ketemu Ita. Menyesali bekerja di perusahaan itu karena bertemu dengan Arman yang kemudian memisahkan persahabatan dengan Ina. Bahkan menyesali dilahirkan di dunia. Ingin rasanya mengakhiri hidup.
Dia tak tahu bahkan tak peduli apa yang akan terjadi esok. Sehari-hari dia murung mengurung diri di kamar. Keluarganya sudah rela mendukungnya dengan pindah rumah, karena tak mungkin lagi bertetangga dengan keluarga Ita. Jangan tanya dengan pekerjaan. Ina sudah mengundurkan diri. Karena pasti tak sanggup ketemu lagi dengan Arman termasuk gunjingan teman kantor.
~~~
(Saya tak tahu bagaimana mengakhiri artikel ini. True storynya berakhir dengan sad ending. Apalagi saya harus membuat wisdomnya.
Mungkin teman-teman bisa urun saran/masukan. Atau menceritakan kisahnya yang mungkin mirip milik sendiri atau teman atau yang pernah diketahui. Kalau sungkan, silakan email/message secara pribadi.
Oh ya, saya ingin tahu berapa jumlah pembaca artikel ini. Karena notes FB tak memiliki data statistik, silakan saja setelah membaca artikel ini klik pada ‘like’.
Mungkin semakin banyak yang membaca membuat saya semakin bersemangat meneruskan artikel ini. Karena saya berencana menghentikan serial ‘Mengobati Sakit Hati’ ini.) (TSA, 29/10/209 subuh)
~~~
*Mochamad Yusuf adalah konsultan senior TI, pembicara publik, pengajar sekaligus developer website & software. Aktif menulis dan bukunya telah terbit, “99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di profil Facebooknya.
3 Responses for "Mengobati Sakit Hati (5beta): Pengkhianat Cinta"
namun arman tak dapat pungkiri klu hatinya hanya milik ina, ita hanya pelampiasan arman karena sikap ina yang egois. ita sudah curiga dengan sikap arman yang hambar kpdnya. setlh ita menanyakan pada arman “knp sikap arman hambar kpd ita” maka, ita sadar dan paham atas keadaan arman dan membiarkan arman kembali ke ina. arman berusaha mencari dan menemui ina kmbali.tapi tetap saja arman belum bertemu ina. setelah 6 bulan arman mencari ina, dia mulai putus asa, namun arman tak menyerah dan percaya akan kekuatan cinta dan perubahan hidup seseorang. secara tidak sengaja arman bertemu ina di suatu mall, namun ina bersama seorang lelaki. mereka (ina dan arman) saling melihat dan menatap sejenak, lalu ina pergi dengan laki2 tadi. arman hanya terpaku dan menahan tangis. arman mengikuti ina sampai dirumahnya dan bertanya ke tetangganya dmn tempat kerja ina yang baru. katakanlah di sebuah perusahaan A. arman mulai kenal dengan teman2 ina dan mencari tahu tentang ina. arman mendapat no HP ina. arman menyuruh salah seorang teman ina untuk menanyakan dmn ina berada(sms). ternyata ina ada dirumah. akhirnya arman dengan berani menuju rumah ina yang baru dan bertemu dengan ibunya ina. arman disuruh masuk dan deketemukan dengan ina. ina marah dan masuk kamar lagi. ina sadar kalau ina sbnarnya masih sgt cnt pd arman. tidak pd pacar barunya. suatu saat ina berjalan dengan kekasih barunya dan ina berjalan disisi jalan dan hampir ditabrak mobil minibus . kekasih barunya itu tidak menyelamatkan ina tapi malah lari sendiri dan tiba2 tak sengaja arman melihat ina dan lari menuju ina dan mendorong ina ke tepi jalan lalu arman yang tertabrak mobil dan sampai luka parah akhirnya arman lumpuh. dirumah sakit arman hanya bisa berbisik mengatakan nama “ina,ina,ina” terus sepanjang hari.sudah 3hari arman tidak sadarkan diri dan ina tidak kujung juga menjenguknya. akhirnya ortunya arman bicara dengan ortunya ina. saat mereka bicara dirumah ina, ternyata ina tidak ada, dia pergi menemui arman di ruang rawat inapnya. hanya mereka berdua. ina menangis di samping arman. tak lama kemudian arman sadar dan tahu disampingnya ina sudah menangis. dibelakang ina ada pacar barunya ina dan nerkata”ina hanya ingin hidup bersamamu arman” lalu dia pergi. ina dan arman hanya bisa diam melhat itu. setelah 2 bulan arman keluar dari rumah sakit dan tetap lumpuh. ina dengan penuh kasih sayang merawat arman dan menikahi arman.
ni happy ending harusnya!!!!!!!!!!
gw bkin sad ending yg tragis ah …
kan tadi ada yang bikin happy ending ..
hhehehe ..
—
Ina diam. Mengurung dirinya sendiri. Termangu menatap jendela. Air luruh dengan lembut dari langit. Hujan. Di tatapnya selembar foto dihadapannya dengan tatapan gamang. Debar jantungnya menguat menahan perih tak terhiraukan.
Ada dua hal yang ingin ia lakukan sekarang:
1. Membuat Ita mati kutu
2. Membuat Arman menyesal
Ina ingin menyayat pergelangan tangannya, dan membiarkan darah mengucur deras dari pembuluh nadinya. Namun itu bukan ide yang bagus. Penyelesaian paten untuk masalah sementara. Lalu apa yang harus dilakukan Ina? Ia memutar otak mencari ide. Ya! Sandiwara!
—
Terik. Siang itu, mungkin suhu sudah mencapai 32 derajat celcius. Ita menggandeng tangan Arman lembut. Mereka tersenyum. Ita bahagia, dan di benaknya, segala tentang Ina telah luntur. Mereka bahkan telah berencana untuk menikah. Seperti Ina dan Arman dahulu. Persiapan sudah matang. Dan hari ini adalah 2 minggu sebelum pernikahan mereka digelar.
Ina tahu itu. Tentang segalanya. Tentang rencana pernikahan Ita dan Arman. Rencana Ina sudah sama matangnya dengan rencana mereka. Bobby, sahabatnya rupanya mau diajak bekerja sama. Rencana Ina bahkan akan lebih menyakitkan di mata Arman dan Ita pasti akan mati kutu di hadapan Ina. Lihat saja, pembalasan Ina akan lebih-lebih-dan-lebih menyakitkan.
Ina berdiri di tengah jalan. Arman dan Ita ada di sana. Mata Ina bersirobok dengan tatapan Arman. Arman hanya bisa menundukkan kepalanya. Sebuah mobil jeep melaju cepat menuju Ina. Ina menatap Arman dan menyunggingkan senyum separonya yang terukir sempurna di wajahnya. Arman tahu apa yang akan Ina lakukan. BUNUH DIRI. Arman berlari ingin menyelamatkan Ina. Ia melepaskan gandengan Ita dan berlari menuju Ina. Namun sial tak dapat di tolak, rem mobil Bobby blong. Bobby tak dapat mengendalikan laju mobilnya dengan baik dan menabrak tubuh Ina dengan mulus. Sebuah kebetulan yang tak terduga.
CRASH!!!
Darah berhamburan dari tubuh Ina. Tepat di hadapan Arman. Ina tadinya hanya berjarak 5 inch dari Arman. Di wajah Arman, semburat darah mengalir lembut. Ia jatuh terduduk. Ia tahu kalau selama ini yang dicintainya hanya Ina seorang. Matanya tiba-tiba kosong tak bercahaya. Wajahnya pucat. Dan di mata Arman semuanya terlihat gelap…
—
“Selamat pagi. Ayo, diminum dulu obatnya.” suara seorang suster mengalun lembut di ruangan 102. Namun tak ada sahutan. Di situ terduduk seorang lelaki yang telah kehilangan cintanya. Arman. Tatapannya masih kosong. Hampa. Ita sudah tak mengunjunginya. Tidak akan pernah mungkin. Hujan mendadak turun dengan derasnya. Lanskap pegunungan berpayung awan gelap yang teterpa hujan terlihat jelas dari kamar 102. Kamar yang juga menghadap ke gerbang depan. Di gerbang itu terukir jelas.
RUMAH SAKIT JIWA.
—
OOC:
1. cerita ini gatau bisa disambungin ato ndak ..
2. karakter bobby murni ngawur !
anyway , nie cuma iseng aja pgin bkin .. moga” bisa berkesan di hati author asli .. hhehehe ..
ina amat sedih dengan keputusan arman menikahi ita.
tapi ita redho dengan ketentuan allah,dan ina hanya bisa pasrah dan tawakal akan takdir hidupnya.berbulan bulan ina kecewa dan pada masa yang sama ina mendekatkan diri pada sang pencipta.sementara arman bahagia dengan ita..tapi kebahagiaan mereka tidak lama di sebabkan arman di hantui rasa bersalah terhadap ina..begitu juga dengan ita..rumah tangga mereka tidak temtram hal sepele di jadikan besar dan pada suatu hari mereka bertengkar hebat….dan si arman pergi dari rumah.pada saat itu penyesalan yang di alami arman sangatlah dasyat..dalam hati arman hanyalah ina,sedang ina yang jauh di sana sudahpun tentram dengan kehidupan yang sekarang biarpun tuhan belum memberikan gantinya.sementara arman dengan hati yang gundah mencari cintanya yang pernah di khianatinya…arman menyesali semua perbuatanya mengkianati cinta yang dahulu pernah ada…sehinggakan pada suatu ketika mereka berjumpa di suatu tempat,dengan senyuman yang manis ina bertanyakan
khabar pada arman
dengan bahagianya si arman pun menyambut pertanyaan ina,,dalam hati arman berharap ina masih lagi menyintainya.dengan tanpa rasa malau arman meluahkan hasratnya kepada ina…tapi dengan senyuman manis ina hanya berkata..
arman…aku mencintaimu karena ingin membuatmu bahagia..tapi jika kebahagiaanmu dengan ita akupun rela melepaskanmu..dengan hati yang penuh luka aku membawa diri dan hati ini mengadukan semua ini pada sang pencipta dan aku tiada pernah berdendam dengan kalian siang malam aku memohon pada yang Esa supaya aku di kuatkan iman,maafkan aku arman sekarang cinta sejatiku hanya untuk diriNya yaitu allah ta’ala…dan ina pun berlalu dari tempat itu.dengan perasaan yang sedih arman pun berlalu dari tempat itu,the end.
Leave a reply