Sebuah sajak penghormatan buat Ibu dari Wiji Thukul, peraih Yap Thiam Hien Award 2002. Sebuah renungan yang mengingatkan kapan terakhir kita memberi hormat, berterima kasih dan membalas budi padanya.

ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar

ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang
ketabahan ibuku mengubah rasa sayur murah jadi sedap

ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar penjara

ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adalah kilau sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insan

dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan

solo, 1986

~~~
Sumber: ‘Sajak Ibu’ ditulis oleh Wiji Thukul, peraih Yap Thiam Hien Award 2002

  • Share/Bookmark