Energize Your Life!
Ada 3 hari dalam hidup manusia, yang akan membayangi sejarah kehidupannya. Namun hanya 1 hari yang penting. Sayangnya mereka selalu mengkhawatirkan 1 hari yang lain dan terbebani 1 hari yang lain.
Yang pertama: hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat.
Lepaskan saja…
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Mulailah dengan melembutkan hati untuk keberhasilan anda.
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semakin banyak Anda menderma,
semakin banyak Anda menerima.
Semakin banyak Anda tertawa,
semakin kurang Anda marah.
Semakin kurang mementingkan diri sendiri,
semakin besar peluang hidup berlimpah.
Semakin banyak Anda memiliki kasih,
semakin besar pula peluang untuk menikmati kasih dari orang lain.
Semakin banyak sahabat yang ramah tamah,
semakin banyak kita berjasa.
Semakin banyak kita menderma,
semakin banyak kita hidup diperkaya dari hari ke hari.
Mungkin anda sering berdoa supaya tak selalu memiliki masalah. Ya, siapa sih yang selalu ingin memiliki masalah? Tapi bukan masalah itu sendiri, namun solusi kita terhadap masalah tersebut.
Dalam hidup ini bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan. Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan takut yang sebenarnya tak perlu ada, kita tidak bahagia.
(more…)
Kita bersyukur setelah mendapat kenikmatan yang besar. Sesuatu kenikmatan yang kecil adalah jamak, tak perlu disyukuri. Tapi bagi seseorang, itu adalah hal yang besar. Jadi kenapa kita tak bersyukur?
Suatu ketika di sebuah kelas sekolah menengah tampak kegiatan belajar mengajar. Seorang guru dengan buku di tangan, tampak menjelaskan sesuatu kepada murid-muridnya. Semua menyimak dengan tekun. Tiba-tiba sang guru berhenti menjelaskan. Setelah menghela napas, sebuah pertanyaan keluar mulutnya.
Seorang wanita mengulang sepotong gosip mengenai tetangganya. Dalam beberapa hari, seluruh komunitas mengetahui ceritanya. Orang yang digosipin itu sudah tentu sakit hati dan merasa terpukul.
Kemudian si wanita yang telah menyebarluaskan gosip tersebut menemukan bahwa gosip itu betul-betul salah. Dia menyesal dan datang kepada orang tua yang bijak untuk mencari tahu apa yang dapat dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.
Recent Comments