Energize Your Life!
Rumah besar itu kosong. Dulu penuh dengan keriuhan, gelak canda dan pertengkaran penghuninya, sekarang kosong. Penghuninya keluar rumah. Bahkan jauh ke luar negeri. Sekarang pemiliknya termangu sedih.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Saat reuni kita sering bertukar kabar kondisi terakhirnya; tinggal di mana sekarang, kerja dimana, anaknya berapa. Setelah itu bercerita masa lalu yang mengesankan. Cerita suka duka yang dilalui waktu sekolah dulu. Dan kadang baru paham sebuah kejadian setelah sekarang menjadi ‘terbuka’. Jadi tertawa bareng mengenangnya.
Lebaran lalu anda mungkin dipenuhi dengan kunjungan reuni. Entah reuni kuliah, SMA, SMP, bahkan SD! Ada yang sukses, biasa, bahkan ada yang hebat padahal dulunya tidak. Amati bagaimana jalan hidupnya.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Mendatangi reuni tentu saja menyenangkan. Bertemu teman yang mungkin sejak lulus sudah tidak berjumpa lagi. Itu mungkin sudah tahunan bahkan puluhan tahun lalu. Padahal mereka teman akrab atau teman sebangku kita.
Saat ini mungkin kita sudah kembali ke kota tempat mencari nafkah. Sebelumnya pas lebaran kita mudik ke kampung halaman. Kita temukan kebahagiaan dalam mudik itu. Tapi ada kenikmatan lain. Apa itu?
Oleh: Mochamad Yusuf*
Mudik adalah perjalanan ke kampung halaman. Tempat di mana kita dilahirkan dan dibesarkan. Atau tempat di mana orang tua tinggal. Bisa pula tempat para kerabat berada. Yang jelas, mudik adalah perjalanan silaturahmi ke orang-orang terdekat kita.
Insya Allah hari ini puasa terakhir. Besok lebaran. Tapi di ujung Ramadhan ini saya malu. Malu dengan Ramadhan. 29 hari mengingatkan saya akan sesuatu. Sesuatu bisa dilakukan, meski tidak dilakukan.
Bukan pada Zidan Ramadhan. Itu anak saya. Tapi pada bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan mengingatkan saya telah melupakan sesuatu. Sesuatu yang seperti tidak bisa dilakukan. Kenyataannya bisa dikerjakan.
Menjadi besar tanpa penderitaan sekaligus cacian orang, itulah kemauan banyak sekali anak muda. Dan kalau memang kehidupan seperti itu ada, tentu ada terlalu banyak manusia yang juga menginginkannya. Sayangnya wajah kehidupan seperti ini tidak pernah ada. Sehingga jadilah cita-cita menjadi besar tanpa penderitaan hanya sebagai khayalan manusia malas yang tidak pernah mencoba.
oleh Gede Prama
Ini serupa dengan khayalan seorang sahabat Amerika yang bertanya: kenapa Yesus tidak lahir di Amerika di abad ke-21 ini? Rekan lainnya sesama Amerika menimpali sambil bercanda: memangnya ada wanita Amerika yang masih perawan? Namanya juga canda, tentu tidak disarankan untuk memikirkannya terlalu serius. Apalagi tersinggung. Namun bercanda atau tidak, serius atau sangat serius, kisah-kisah manusia kuat dan terhormat hampir semuanya berisi kisah-kisah penuh cacian sekaligus penderitaan. Sebutlah deretan nama-nama mengagumkan seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama. Semuanya dibikin kuat sekaligus terhormat oleh penderitaan.
Tidak perlu enggan menjalankan apapun atas dasar kebaikan. Jika saat ini belum kelihatan hasilnya, maka terus lanjutkan dan segera lupakan. Biarkan hukum sebab akibat mengatur siklusnya.
Hukum Sebab Akibat
The Law of Cause and Effect
“Segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin disebabkan oleh kebetulan, tentu ada sebabnya.”
– Andrew Ho –
Alam semesta yang begitu besar beserta isinya ternyata tunduk dan patuh tehadap hukum alam. Salah satu hukum alam tersebut menegaskan bahwa segala sesuatu terjadi di alam semesta merupakan akibat dari sesuatu. Fenomena di seluruh belahan dunia, baik yang buruk atau positif, semua dikarenakan suatu sebab. Itulah yang dinamakan hukum sebab akibat, yang merupakan induk dari semua hukum alam yang ada.
Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk” oleh rakyat.
Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak. Mereka melarikan diri, namun terdesak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja.
Recent Comments