Energize Your Life!
Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.
Tukang cukur berkata, “Itu Bejo. Dia anak paling terbodoh di dunia”. Pengusaha itu kemudian bertanya “Apa iya?”. Tukang cukur dengan bersemangat “Mari.. saya buktikan!”
Banyak orang mendamba sebagai insan yang tidak hanya disukai tapi juga dicintai. Sayangnya sekedar keinginan, tanpa ingin mewujudkan. Kalau ingin, seharusnya mereka memiliki 10 sifat di bawah ini.
1. Tulus.
Sifat ini menempati peringkat pertama sebagai yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.
Sobat, pernahkah dirimu merasakan hal seperti ini?
Rasa bersalah yang teramat sangat. Jauh dari orang tua yang sekarang hanya tinggal berdua. Tak ada lagi putera-puteri yang tersisa. Semuanya berada dalam radius yang sangat jauh, menempuh episode kehidupan masing-masing.
Betapa sepinya mereka.
Sewaktu bayi, entah berapa kali kita mengganggu tidur nyenyak ayah yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Mungkin juga kotoran kita ikut tertelan ibu ketika kita buang ‘pup’ di saat ibu sedang makan.
Tak sedikitpun si istri mengeluarkan air mata, hanya pasrah dan ikhlas yang tampak pada wajahnya. Sementara si kecil Nisa hanya memandang sambil terisak. Dia tahu bapaknya telah pergi untuk selamanya.
Kisah ini mungkin sudah berlalu sangat lama kurang lebih empat tahun yang lalu. Tapi semua itu masih lekat tersimpan dalam benak saya. Betapa saat itu saya melihat seorang wanita dengan sangat tabah dan tegar mengantar kepergian sang suami tercinta ke pangkuan sang Khaliq.
Saat menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang ‘kecil’ mendapat masalah sebesar itu. Kita hanya bisa pasrah. Mengapa kita tidak ‘besarkan’ diri, sehingga masalah terasa kecil?
Beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-jalan di Mall Taman Anggrek – Jakarta, saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli dan penjual.
Maafkan aku Ayah, aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. Kamu tak pernah mengeluh meski semua itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku.
Sewaktu usiaku belum lima tahun, aku hampir tak pernah mengenalnya. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun, tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. Kecuali sesekali di hari minggu, ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Namun meski sekali, aku merasa sangat senang dengan keberadaanya.
Untuk mendapatkan bibir yang menawan,
ucapkanlah selalu kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah,
lihatlah kebaikan pada diri setiap orang.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,
berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan
Untuk mendapatkan tubuh yang indah,
berjalanlah dengan ilmu pengetahuan.
Kecantikan sejati terpancar dari jiwa.
Kecantikan seseorang tidak tergantung pada kehalusan wajahnya,
tidak terletak pada pakaian yang dikenakan,
bukan pada bentuk tubuhnya.
Tetapi.. pada matanya.
Cara dia memandang dunia,
karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia,
di mana cinta-kasih dapat berkembang, bertumbuh dan berbuah manis.
Recent Comments