Energize Your Life!
Saya tercenung. “Ah, pedagang kecil, Suf,” kata saya dalam hati, “Untungnya sangat kecil. Kalau tak begitu, malah nggak dapat untung sama sekali.” Ah ya, mungkin ini hanya untuk pedagang kecil.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Ada pasar di depan perumahan saya. Tidak cukup besar. Namun cukup lengkaplah. Masyarakat sekitar perumahan berbelanja di sini. Suatu waktu ketika jalan-jalan dengan Zelda, putri saya, terbit keinginan melakukan sesuatu. Ini timbul setelah saya lihat timbangan namun entah penjualnya dimana.
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji.
Sang sekretaris universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
Dikontrakkan rumah tipe 48/105 di perumahan Taman Tiara Regency Blok D1-9 Sidoarjo.
![]()
Lokasi perumahan:
- Sebelah stasiun komuter Surabaya-Sidoarjo.
- 100 m dekat alun-alun Sidoarjo.
- 100 m dekat sekolah-sekolah favorit SD, SMP dan SMA.
- 100 m dekat masjid jamik (raya) Sidoarjo.
- Dekat dengan gerbang tol.
- Dekat dengan GOR (Gelanggang Olah Raga) dan stadion Sidoarjo.
- Dekat dengan pusat perbelanjaan (Ramayana mall, Giant).
- Dekat dengan bank (BCA, Mandiri, BNI, Niaga BRI)
- Dekat dengan restoran (Mc Donalds, Cianjur dll)
Sering kita berharap terlalu tinggi. Sesuatu yang belum jelas, masih jauh di angan-angan. Ironisnya yang sudah ada dan yang sudah dimiliki disia-siakan. Yang terjadi kemudian adalah penyesalan.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Waktu kecil suatu ketika saya disuruh makan, saya bilang, “Nggak dulu. Saya nunggu nasi selamatan tetangga sebelah.” Saya tahu tetangga sebelah ada acara syukuran. Karena Ibu diminta membantu. Dan jelas terlihat keramaian seperti terop dan loud speaker yang sudah ada. Dan nasi selamatan memang sungguh enak. Lengkap ada ayam, telur, tahu, tempe, sayur dan lainnya.
Benarkah bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh tenggang rasa/tepo seliro? Yakni begitu memperhatikan kepentingan yang lain. Namun kalau kita sempatkan melihat situasi di jalan, mungkin kita ragu.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Pagi ini ketika berangkat kerja, terjadi kemacetan di sebuah jalan. Saya dan istri heran, jarang sekali sebenarnya jalan ini macet. Memang jalan ini sempit. Hanya pas 2 mobil sedang berpapasan. Tapi kepadatan kendaraan yang lalu-lalang tak begitu banyak.
Praktisi PR saat ini masih lamban mengadaptasi perubahan konsumen. Terutama karena maraknya Web 2.0. Praktisi masih berkutat di PR 1.0. Cara lama yang menempatkan jurnalis sebagai penyampai pesan.
Creative Marketing Forum
Semiloka
PR 2.0 DAN SOCIAL MEDIA
Reposisi Public Relation dengan Aksi Kreatif di Era Digital
Ingat kasus Prita yang sekarang masih berlangsung? Sebuah kasus biasa, kasus ketakpuasan konsumen. Namun yang berbeda adalah media penyampaiannya melalui media digital: email. Yang terjadi kemudian adalah antisipasi PR yang tak tepat. Pakai pakem lama. Padahal PR (Public Relation) saat ini sudah tidak sama lagi dengan beberapa tahun lalu. Terutama dengan masuknya internet sebagai sebuah media dengan pengaruh yang sangat kuat. Karena itu ikutilah semiloka PR 2.0 ini yang membahas pemanfaatan internet sebagai media terkini dalam berhubungan dengan publik atau konsumen.
Rumah besar itu kosong. Dulu penuh dengan keriuhan, gelak canda dan pertengkaran penghuninya, sekarang kosong. Penghuninya keluar rumah. Bahkan jauh ke luar negeri. Sekarang pemiliknya termangu sedih.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Saat reuni kita sering bertukar kabar kondisi terakhirnya; tinggal di mana sekarang, kerja dimana, anaknya berapa. Setelah itu bercerita masa lalu yang mengesankan. Cerita suka duka yang dilalui waktu sekolah dulu. Dan kadang baru paham sebuah kejadian setelah sekarang menjadi ‘terbuka’. Jadi tertawa bareng mengenangnya.
Recent Comments