Energize Your Life!
Bagaimana kita bisa mengharapkan yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana mengajak yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan.
![]()
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja. Atau malah menjengkelkan.
Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh. Kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek.
![]()
Ada seorang kakek yang sudah tua, tinggal di sebuah rumah di pinggiran desa. Kakek ini adalah seorang yang sangat saleh dan rajin beribadah kepada Tuhan. Si kakek dikenal di seluruh desa karena kebaikannya suka menolong orang dan taat beribadah.
Sang khatib sempat down. Bingung dan putus asa. Juga sakit hati. Rasanya ingin menutup saja bengkelnya. Lalu dia mencari pekerjaan sebagai mekanik. Dengan ketrampilan dan pengalamannya dia pasti bisa.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Kekayaan apa yang dibagi-bagi justru tak habis? Kekayaan apa yang dibagikan sebanyak-banyaknya malah bertambah banyak? Kekayaan apa justru kalau banyak memilikinya malah mempermulia pemiliknya? Kekayaan apa yang menjaga pemiliknya bukan pemiliknya yang bingung menjaganya? Begitu tanya khatib jumat di awal khutbahnya.
Sakit hati. Siapa yang tak pernah mengalaminya? Sakit hati setiap saat menyerang. Tua muda, pria wanita, kaya miskin, berkedudukan atau tidak, beragama apapun pasti mengalaminya. Siapapun.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Sakit hati yang dimaksudkan hati secara kejiwaan. Bukan hati secara fisik. Hatilah yang mempengaruhi perasaan. Hati yang membuat manusia menilai dan memutuskan sesuatu. Hati yang mempengaruhi mood manusia bertindak.
Menjadi besar tanpa penderitaan sekaligus cacian orang, itulah kemauan banyak sekali anak muda. Dan kalau memang kehidupan seperti itu ada, tentu ada terlalu banyak manusia yang juga menginginkannya. Sayangnya wajah kehidupan seperti ini tidak pernah ada. Sehingga jadilah cita-cita menjadi besar tanpa penderitaan hanya sebagai khayalan manusia malas yang tidak pernah mencoba.
oleh Gede Prama
Ini serupa dengan khayalan seorang sahabat Amerika yang bertanya: kenapa Yesus tidak lahir di Amerika di abad ke-21 ini? Rekan lainnya sesama Amerika menimpali sambil bercanda: memangnya ada wanita Amerika yang masih perawan? Namanya juga canda, tentu tidak disarankan untuk memikirkannya terlalu serius. Apalagi tersinggung. Namun bercanda atau tidak, serius atau sangat serius, kisah-kisah manusia kuat dan terhormat hampir semuanya berisi kisah-kisah penuh cacian sekaligus penderitaan. Sebutlah deretan nama-nama mengagumkan seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama. Semuanya dibikin kuat sekaligus terhormat oleh penderitaan.
Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses.
Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, “Guru, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain.”
Ah, betapa sederhananya. Bila kita mengaku berkuasa atas apa yang kita “miliki”, kita tercebur dalam lautan ilusi yang menenggelamkan saat apa yang kita “miliki” hanyut terdera ombak.
Di manakah kita bisa temukan keindahan hidup?Di sebuah sudut alun-alun kota ini, sepasang suami istri pedagang kaki lima meringkuk dalam tenda dikelilingi oleh beberapa anaknya.
Recent Comments