Energize Your Life!
11 Mar
Banyak orang menganggap bahwa tidaklah sulit melakukan presentasi. Kenyataannya 95% presentasi sangat membosankan. Banyak yang menjadi sebab, salah satunya adalah slide presentasi yang tidak menarik.
Semiloka:
Presentation Art:
How to Make a Wow! Powerpoint Presentation
Find the way to boost your PowerPoint presentation by mastering picture editing and audio-video manipulation techniques
Melakukan presentasi tidaklah semudah sebagaimana berkomunikasi dengan orang lain sehari-hari. Meski dengan bantuan powerpoint sekalipun. Kenyataannya sebagian besar presentasi yang ada sekarang ini termasuk presentasi yang membosankan. Lalu bagaimanakah cara membuat presentasi yang menarik dan dapat meninggalkan kesan ke para audiens ? Bagaimana membuat powerpoint yang luar biasa ? Langkah-langkah, tips dan triknya akan dikupas habis supaya bisa dipakai untuk mensukseskan bisnis Anda. Termasuk juga belajar mengedit foto, audio dan video.
Melakukan presentasi tidaklah semudah sebagaimana berkomunikasi dengan orang lain sehari-hari. Meski dengan bantuan powerpoint sekalipun. Kenyataannya sebagian besar presentasi yang ada sekarang ini termasuk presentasi yang membosankan. Lalu bagaimanakah cara membuat presentasi yang menarik dan dapat meninggalkan kesan ke para audiens ? Bagaimana membuat powerpoint yang luar biasa ? Langkah-langkah, tips dan triknya akan dikupas habis supaya bisa dipakai untuk mensukseskan bisnis Anda. Termasuk juga belajar mengedit foto, audio dan video.
Banyak orang menganggap bahwa tidaklah sulit untuk melakukan presentasi. Anggapannya sama saja dengan berbicara dengan orang lain. Namun ketika saatnya melakukan presentasi, anggapan ini dirasakan tidak benar sama sekali. Kenyataannya 95% presentasi adalah presentasi yang membosankan. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah slide presentasi yang tidak menarik.
Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama, menggunakan marketing 2.0 sebagai salah satu strateginya dalam memenangkan pemilihan presiden. Dengan menggunakan marketing 2.0, popularitasnya meroket dari 13% menjadi 52%, atau setara 63 juta orang.
Di lapisan pemilih pemula popularitasnya jauh lebih besar lagi. Lantas apa yang sebenarnya disebut dengan strategi marketing 2.0? Benarkah strategi ini dapat dijadikan sebagai alternatif di era krisis global seperti saat ini?
Keberhasilan itu salah satunya karena memanfaatkan marketing 2.0 yang menggunakan teknologi internet 2.0. Salah satunya adalah Facebook. Inilah salah satu presentasi bagaimana memanfaatkan facebook untuk kepentingan bisnis.
Sebagai negara besar yang diapit oleh 2 samudera, penduduk Indonesia memiliki karakter yang unik khususnya dalam perilaku konsumennya. Bagi para pemasar/marketing tentu saja hal ini harus diketahui.
Pemaparan tentang ini dilakukan dalam bentuk presentasi.
Awal Juli kemarin Slideshare.net mengadakan kontes pembuatan presentasi. Sebagai seorang presenter saya penasaran ingin menguji kemampuan saya membuat presentasi yang menarik. Lalu bagaimana hasilnya?
Sebenarnya saya terlambat mengetahui adanya kontes ini. Jadi saya tidak tahu apakah pengumumannya sudah diumumkan di awal juli, mungkin jauh sebelumnya. Yang jelas saya tahu sekitar pertengahan Juli. Melihat pengumuman ini, saya ingin ikut. Karena saya ingin menguji kemampuan saya dalam membuat presentasi.
Pasti kebanyakan pengakses memiliki email. Karena semua website menanyakan emailnya. Namun kebanyakan hanyalah email gratisan. Padahal hanya bermodal 25.000 kita sudah bisa punya email domain sendiri.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Mungkin ada yang berkata, “Saya juga punya email bukan gratisan, yakni emailnya kantor.” Tapi email kantor kebanyakan banyak batasan. Misal kapasitas yang sedikit, tidak boleh berlangganan milis, tidak boleh menerima attachment, untuk keperluan kantor dan lainnya. Akhirnya kebanyakan mempunyai email lebih dari situ, membedakan penggunaannya untuk keperluan apa.
Seorang teman meninggal. Saya termangu. Dia masih muda yang punya anak balita. Sebelumnya tidak ada tanda sakit. Tiba-tiba ambruk, mati suri terus meninggal. Semua itu gara-gara tekanan darah tinggi.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Namanya Adam Susantyo (saya samarkan saja, mirip ya dengan nama suaminya Inul ?). Adam, kita panggil demikian, saya kenal waktu kuliah. Dia aktivis. Banyak cita-cita yang ingin dibangun dengan idealisme anak mudanya. Kalau mendengar omongannya, kita akan menjadi terpana. Kalau tidak hati-hati, kita malah bisa menjadi pendukung loyalnya. He.. he.. Saya senang kalau bertemu dengannya. Selalu ada yang baru untuk dibicarakan.
Recent Comments