Energize Your Life!
Bagaimana kita bisa mengharapkan yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana mengajak yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan.
![]()
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja. Atau malah menjengkelkan.
Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, tidak cukup kaya dan sebagainya.
![]()
Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai, tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.
-Maurice Wagner-
Joe agak pemalu ketika masih remaja. Bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian mengajak kencan seorang gadis.
Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh. Kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek.
![]()
Ada seorang kakek yang sudah tua, tinggal di sebuah rumah di pinggiran desa. Kakek ini adalah seorang yang sangat saleh dan rajin beribadah kepada Tuhan. Si kakek dikenal di seluruh desa karena kebaikannya suka menolong orang dan taat beribadah.
Tapi apa lacur? Kurang dari seminggu pembantunya pergi sambil membawa beberapa kekayaannya. Ada gelang, kalung termasuk uang tunai. Yang lebih menjengkelkan pembantu lamanya juga ikut pergi.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Kelihatannya konyol. Juga remeh. Tapi karena seringnya masalah ini timbul, Karina Suwandi sudah tak menganggapnya demikian. Dulu dia malu membicarakan hal ini dengan orang lain. Bahkan dengan orang tuanya. Tapi sekarang dia sudah membulatkan tekad mengutarakan ke orang tuanya.
Kini dia merasa dikhianati anaknya. Apa yang dirasa diperjuangkan untuk anak, sekarang mereka tak mempedulikannya. Kalau dia barusan datang ke rumah mereka, kata pertama yang muncul, “Kapan pulang?”
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Ardina Setyawati membaca sekali lagi sebuah artikel koran di depannya. Entah sudah keberapa kali dia membacanya. Namun dia ingin selalu membacanya. Tak bosan-bosannya. “Lagian saya tak ada pekerjaan,” katanya dalam hati.
Sang khatib sempat down. Bingung dan putus asa. Juga sakit hati. Rasanya ingin menutup saja bengkelnya. Lalu dia mencari pekerjaan sebagai mekanik. Dengan ketrampilan dan pengalamannya dia pasti bisa.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Kekayaan apa yang dibagi-bagi justru tak habis? Kekayaan apa yang dibagikan sebanyak-banyaknya malah bertambah banyak? Kekayaan apa justru kalau banyak memilikinya malah mempermulia pemiliknya? Kekayaan apa yang menjaga pemiliknya bukan pemiliknya yang bingung menjaganya? Begitu tanya khatib jumat di awal khutbahnya.
Sakit hati. Siapa yang tak pernah mengalaminya? Sakit hati setiap saat menyerang. Tua muda, pria wanita, kaya miskin, berkedudukan atau tidak, beragama apapun pasti mengalaminya. Siapapun.
![]()
Oleh: Mochamad Yusuf*
Sakit hati yang dimaksudkan hati secara kejiwaan. Bukan hati secara fisik. Hatilah yang mempengaruhi perasaan. Hati yang membuat manusia menilai dan memutuskan sesuatu. Hati yang mempengaruhi mood manusia bertindak.
Recent Comments